KIMIA OSEANOGRAFI
TERMPERATUR AIR LAUT
Temperatur adalah salah satu sifat fisik yang paling penting dari air laut. Salinitas dan temperatur bersama-sama mengontrol densitas air laut. Temperatur air laut mengontrol distribusi dari organisme laut dan ikan. Karena temperatur dapat mempengaruhi proses kimia (metabolisme), temperatur air laut memiliki efek yang besar pada proses kehidupan ikan. Perubahan temperatur air laut dapat mengakibatkan perubahan aktivitas tubuh pada ikan. Temperatur permukaan laut mempengaruhi sifat udara permukaan di atas lautan. struktur Temperatur vertikal mempengaruhi propagasi suara di laut dan oleh karena itu penting untuk perang anti-kapal selam. Temperatur air laut merupakan indikasi perubahan lainnya dan kondisi di laut seperti intensitas upwelling, arus, dan batas massa air (Reddy, 2001).
Temperatur adalah salah satu sifat fisik yang paling penting dari air laut. Salinitas dan temperatur bersama-sama mengontrol densitas air laut. Temperatur air laut mengontrol distribusi dari organisme laut dan ikan. Karena temperatur dapat mempengaruhi proses kimia (metabolisme), temperatur air laut memiliki efek yang besar pada proses kehidupan ikan. Perubahan temperatur air laut dapat mengakibatkan perubahan aktivitas tubuh pada ikan. Temperatur permukaan laut mempengaruhi sifat udara permukaan di atas lautan. struktur Temperatur vertikal mempengaruhi propagasi suara di laut dan oleh karena itu penting untuk perang anti-kapal selam. Temperatur air laut merupakan indikasi perubahan lainnya dan kondisi di laut seperti intensitas upwelling, arus, dan batas massa air (Reddy, 2001).
Temperatur
adalah ukuran panas-dinginnya dari suatu benda. Panas-dinginnya suatu benda
berkaitan dengan energi termis yang terkandung dalam benda tersebut. Makin
besar energi termisnya, makin besar temperaturnya. Ada beberapa yang dapat
digunakan untuk menentukan Temperatur mutlak T. Satuan dari T adalah Kelvin,
yang memiliki simbol K. Proses dasar yang digunakan untuk menentukan skala Temperatur
mutlak atas kisaran Temperatur yang ditemukan di laut meliputi (Soulen dan
Fogle, 1997): 1) hukum gas yang berhubungan tekanan untuk temperatur gas ideal
dengan koreksi untuk kerapatan gas; dan 2) gangguan tegangan dari resistensi R
(Stewart, 2008). Stewart
(2008) juga menambahkan, temperatur merupakan ukuran energi gerakan molekul dan
dinotasikan dengan T. Satuan internasional untuk temperatur adalah K (Kelvin)
atau oC (Celcius), dimana : t [oC] = T
[K] - 273,15.
1.
Manfaat
Temperatur
Salah
satu faktor yang sangat penting dalam proses kehidupan dan penyebaran organisme
di laut adalah Temperatur. Temperatur air laut merupakan parameter yang sering
diukur mengingat kegunaannya dalam mempelajari proses fisika, kimia dan biologi
laut. Selain itu juga Temperatur dimanfaatkan dalam mempelajari transportasi
dan polutan yang masuk ke lingkungan laut. Temperatur juga merupakan faktor
pembatas dalam penyebaran hewan dan tumbuhan laut, sebagai contoh binatang
karang yang penyebarannya sangat dibatasi oleh perairan yang hangat di daerah
tropik dan subtropik. Proses metabolisme pada organisme hanya berfungsi dengan
baik pada kisaran Temperatur yang relatif sempit, yakni antara 0 hingga 40
derajat Celcius. Namun terdapat juga
organisme yang mampu mentolerir Temperatur sedikit di atas atau di bawah
batas-batas tersebut. Ganggang hijau-biru dapat hidup pada Temperatur 85
derajat Celcius di sumber air panas. Proses metabolisme organisme akan
meningkat dua kali lipat untuk kenaikan Temperatur sebesar 10 derajat Celcius.
Temperatur
perairan juga berpengaruh besar terhadap fenomena-fenomena yang terjadi di
laut. Akibat pengaruh Temperatur perairan yang besar
terhadap organisme dan terhadap fenomena-fenomena di laut, maka penelitian
Temperatur permukaan laut (SPL) ini dilakukan, meskipun sudah banyak dilakukan di
wilayah perairan yang berbeda. Disamping itu, fenomena perubahan iklim secara
global telah menjadi perhatian di seluruh dunia akibat adanya pemanasan global
yang menyebabkan perubahan Temperatur permukaan bumi.
Pemanasan global akibat perubahan iklim selain menaikkan permukaan air
laut akibat pemuaian volume air dan pencairan salju, juga menaikkan suhu air
laut. Hal itu akan berpengaruh terhadap interaksi laut dan atmosfer, yang
selanjutnya akan mempengaruhi perubahan iklim. Perbedaan temperatur antara
udara diatas daratan dan lautan menimbulkan angin sepanjang garis pantai yang
kuat. Sedangkan perbedaan temperatur air laut dan di dasar laut akan
menimbulkan arus keatas (upwelling). Bila hal ini terjadi dengan intensitas
yang tinggi diduga akan menambah frekuensi peristiwa siklon tropis yang
disertai perluasan wilayahnya. Suhu permukaan air laut yang tinggi kemungkinan
meningkatkan terjadinya El-Nino yang mengakibatkan cuaca buruk dan mengganggu
sirkulasi laut (Wibowo 1996).
Temperatur adalah sifat termodinamis
cairan karena aktivitas molekul dan atom di dalam cairan tersebut. Semakin
besar aktivitas (energi), semakin tinggi pula temperaturnya. Temperatur
menunjukkan kandungan energi panas. Energi panas dan temperatur dihubungkan
oleh energi panas spesifik. Energi panas spesifik sendiri secara sederhana
dapat diartikan sebagai jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan
temperatur dari satu satuan massa fluida sebesar 1o. Jika kandungan
energi panas nol (tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam fluida) maka
temperaturnya secara absolut juga nol (dalam skala Kelvin). Jadi nol dalam
skala Kelvin adalah suatu kondisi dimana sama sekali tidak ada aktivitas atom
dan molekul dalam suatu fluida. Temperatur air laut di permukaan ditentukan
oleh adanya pemanasan (heating) di daerah tropis dan pendinginan (cooling) di
daerah lintang tinggi. Kisaran harga temperatur di laut adalah -2o
s.d. 35o C.
2. Jenis-jenis Temperatur
Dalam oseanografi dikenal dua istilah untuk
menentukan temperatur air laut yaitu temperatur insitu (selanjutnya disebut
sebagai temperatur saja) dan temperatur potensial.
a.
Temperatur insitu/ Temperatur.
Temperatur adalah sifat termodinamis cairan
karena aktivitas molekul dan atom di dalam cairan tersebut. Semakin besar
aktivitas (energi), semakin tinggi pula temperaturnya. Temperatur menunjukkan
kandungan energi panas. Energi panas dan temperatur dihubungkan oleh energi
panas spesifik. Energi panas spesifik sendiri secara sederhana dapat diartikan
sebagai jumlah energi panas yang dibutuhkan untuk menaikkan temperatur dari
satu satuan massa fluida sebesar 1o. Jika kandungan energi panas nol
(tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam fluida) maka temperaturnya secara
absolut juga nol (dalam skala Kelvin). Jadi nol dalam skala Kelvin adalah suatu
kondisi dimana sama sekali tidak ada aktivitas atom dan molekul dalam suatu
fluida. Temperatur air laut di permukaan ditentukan oleh adanya pemanasan (heating)
di daerah tropis dan pendinginan (cooling) di daerah lintang tinggi.
Kisaran harga temperatur di laut adalah -2o s.d. 35oC.
Tekanan di dalam laut akan bertambah dengan
bertambahnya kedalaman. Sebuah parsel air yang bergerak dari satu level tekanan
ke level tekanan yang lain akan mengalami penekanan (kompresi) atau
pengembangan (ekspansi). Jika parsel air mengalamai penekanan secara adiabatis
(tanpa terjadi pertukaran energi panas), maka temperaturnya akan bertambah.
Sebaliknya, jika parsel air mengalami pengembangan (juga secara adiabatis),
maka temperaturnya akan berkurang.
Perubahan temperatur yang terjadi akibat
penekanan dan pengembangan ini bukanlah nilai yang ingin kita cari, karena di
dalamnya tidak terjadi perubahan kandungan energi panas. Untuk itu, jika kita
ingin membandingkan temperatur air pada suatu level tekanan dengan level
tekanan lainnya, efek penekanan dan pengembangan adiabatik harus dihilangkan.
Maka dari itu didefinisikanlah temperatur potensial
b.
Temperatur potensial
Temperatur potensial yaitu temperatur dimana parsel air telah
dipindahkan secara adiabatis ke level tekanan yang lain. Di laut, biasanya
digunakan permukaan laut sebagai tekanan referensi untuk temperatur potensial.
Jadi kita membandingkan harga temperatur pada level tekanan yang berbeda jika
parsel air telah dibawa, tanpa percampuran dan difusi, ke permukaan laut.
Karena tekanan di atas permukaan laut adalah yang terendah (jika dibandingkan
dengan tekanan di kedalaman laut yang lebih dalam), maka temperatur potensial
(yang dihitung pada tekanan permukaan) akan selalu lebih rendah daripada
temperatur sebenarnya.
Satuan untuk temperatur dan temperatur
potensial adalah derajat Celcius. Sementara itu, jika temperatur akan digunakan
untuk menghitung kandungan energi panas dan transpor energi panas, harus
digunakan satuan Kelvin. 0oC = 273,16K. Perubahan 1oC
sama dengan perubahan 1K.
Seperti telah disebutkan di atas,
temperatur menunjukkan kandungan energi panas, dimana energi panas dan
temperatur dihubungkan melalui energi panas spesifik. Energi panas persatuan
volume dihitung dari harga temperatur menggunakan rumus Q = densitas*energi
panas specifik*temperatur (temperatur dalam satuan Kelvin). Jika tekanan tidak
sama dengan nol, perhitungan energi panas di lautan harus menggunakan
temperatur potensial. Satuan untuk energi panas (dalam mks) adalah Joule.
Sementara itu, perubahan energi panas dinyatakan dalam Watt (Joule/detik).
Aliran (fluks) energi panas dinyatakan dalam Watt/meter2 (energi per
detik per satuan luas).
3. Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Temperatur
Temperatur
air laut berkisar -2 hingga 40 derajat Celcius mulai dari Temperatur air laut
di daerah kutub sampai air laut di daerah tropis (perairan dangkal). Temperatur
air permukaan memperlihatkan kisaran yang amat luas sedangkan air laut dalam
lebih stabil. Temperatur perairan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain
: radiasi matahari, posisi matahari, letak geografis, musim, kondisi awan,
proses interaksi air dan udara, penguapan dan hembusan angin.
a. Matahari
Secara
alamiah atau terbesar faktor yang mepengaruhi besarnya Temperatur adalah
matahari. Setiap
detik matahari memancarkan bahang sebesar 1026 kalori dan setiap tempat di bumi
yang tegak lurus ke matahari akan menerima bahang sebanyak 0,033 kalori/detik.
Pancaran energi matahari ini akan sampai ke batas atas atmosfer bumi rata-rata
2 kalori/cm2/menit. Pancaran energi ini juga sampai ke permukaan laut dan
diserap oleh massa air.
Secara
keseluruhan sebagian besar air samudera itu dingin. Kurang dari 10% volume air
laut di muka bumi yang Temperaturnya lebih dari 10 derajat Celcius dan 75% Temperaturnya
di bawah 4 derajat Celcius. Hal ini disebabkan sinar matahari hanya mampu
menembus laut sampai beberapa ratus meter saja. Sedangkan pengaruh penyinaran
matahari musiman hanya mencapai kedalaman kira-kira 100 meter. Akibatnya di
samudera terdapat lapisan atas yang relatif hangat dihubungkan dengan lapisan
transisi mendadak ke air dingin yang merupakan kolom air samudera sisanya.
Daerah atau lapisan dengan penurunan Temperatur cepat ke bawah disebut
thermocline. Lapisan di atasnya sering dinamakan lapisan campuran (mixed layer)
karena pada lapisan inilah Temperatur berubah-ubah menurut waktu dan ruang. Di
bawah lapisan termoklin Temperatur air kembali relatif konstan karena terjadi
pencampuran atau konveksi
b. Lingkungan
Walaupun di daerah tropis lebih panas
dari kutub, daerah tropis memiliki suhu air lebih rendah dibandingkan suhu air
laut di daerah subtropis. Hal ini karena faktor keawanan yang menutupi di
daerah tropis,
banyak awan yang menutupi dibandingkan dengan di daerah subtropik. Awan banyak
menyerap sinar datang dan menimbulkan nilai kelembaban udara yang tinggi.
Adapun di daerah subtropik, insolation yang tinggi tidak diikuti oleh
kelembaban dan keawanan sehingga di daerah ini lebih panas
c. Musim dan Arus
Distribusi Temperatur permukaan laut secara horisontal
pada umumnya sangat dipengaruhi gejala musiman (Sadhotomo, 2006). Sepanjang
angin musim barat (Februari), Temperatur yang paling tinggi cenderung
ditemukan pada bagian timur, sebaliknya,
sepanjang angin musim Timur (Oktober) Temperatur tertinggi terdapat pada bagian
barat (Sadhotomo, 2006).
Pergerakan
arus yang terjadi menyebabkan variasi suhu permukaan laut di Laut Jawa.
Variasi ini disebabkan
oleh massa air
yang bergerak dari
wilayah sekitar Laut Jawa
akibat adanya arus.
Pada saat musim
timur, arus bergerak
dari wilayah timur menuju
barat membawa massa
air yang lebih
dingin dari wilayah timur, sedangkan pada musim barat
arus membawa masuk massa air dari laut cina selatan yang memiliki suhu yang lebih
rendah (Wyrtki, 1961). Variabilitas SPL di Luat Jawa juga di pengaruhi oleh
Arus Lintas Indonesia (ARLINDO). ARLINDO membawa air hangat dari selat Makassar
(Waworuntu et al, 2000).
d. Angin
Angin juga mempengaruhi persebaran Temperatur
permukaan di Laut Jawa. Berdasarkan penelitian sadhotomo (2006), angin musim
mempengaruhi suatu area yang luas mulai dari timur Afrika hingga bagian selatan
Jepang. Laut Jawa merupakan bagian dari area yang terpengaruh angin musim.
Angin musim bisa digambarkan sebagai suatu pembalikan setengah tahunan tentang angin dan arus (Sadhotomo, 2006).
Area yang dipengaruhi oleh angin musim bisa dinyatakan berdasarkan parameter
yang berhubungan dengan laut dan atmosfer (Pedelabord, 1970). Berdasarkan definisi ini, angin musim
dan arus di area Laut Jawa bisa berlaku secara musiman, dimana perubahan arah
angin dan arus lebih dari 900,
yaitu barat laut ke arah bagian tenggara selama
angin musim barat dan arah kebalikan selama angin musim timur (Gambar
10). Sebagai akibat perubahan musiman ini, angin musim berdampak pada perubahan
parameter Atmosfer di Laut Jawa secara berkala. Selama angin musim barat (
November - Februari) angin badai umum datang dari barat laut menuju bagian
tenggara dengan udara yang lembab dari Lautan India.
e. Upwelling
Upwelling
merupakan proses pergerakan
massa air dari
lapisan yang lebih dalam dimana massa air tersebut
memiliki suhu yang lebih rendah serta membawa unsur hara ke permukaan (Nontji,
1993). Menurut Ilahude (1997), massa air yang
naik ke permukaan
ini berasal dari
lapisan pada kedalaman
100-200 m.Proses upwelling
menyebabkan terjadinya penurunan suhu permukaan laut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar